h1

Natalino’s here.

October 2, 2009

Kembali lagi, kembali menulis lagi. Saya merasa telah menyia-nyiakan tulisan pikiran saya selama ini. Membiarkan terpendam, tanpa berbagi.

Ada kalanya saya berpikir malas untuk menulis, dikarenakan “bingung”, bingung akan apa yang akan kutlis. Berpikir apakah tempat ini untuk menceritakan hal-hal hebat, atau hanya tulisan-tulisan sederhana. Mungkin sifat congkak saya berlebihan, harus hebat dalam setiap hal. Saya lupa proses, proses untuk menjadi hebat.

Lebih baik seperti ini saja, lebih menjadi diri sendiri. Tulisan yang original dari pemikiran sederhana. Sederhana dengan arah yang tetap, dibandingkan “menyeruduk” kehebatan dengan membabi buta.

Best regards,

King Elnino

h1

Here I Am

August 10, 2009

Here I Am..

with my lovely computer, a glass of coffee.

ahh, i almost forget my best friend cigar.

hear all songs that i want to. sing and scream.

i think it’s nice, it’s great.

and how grateful to be a human, that can do so much things.

h1

Cursed

July 21, 2009

saya mulai jenuh, saya mulai menyadari. Saya salah mengambil konsep. Saya sendiri ternyata tak bisa menerapkannya.

OMONG KOSONG

Itu yang saya yakini sekarang.

Ga ada lagi sharing-sharing.. mari mulai membuat negeri sendiri, impian sendiri.

Individualis memang. Tapi itu yang diterapkan. Itu yang terjadi. Apa yang mau dibikin, ya bikinlah sendiri, after that bodohlah.

Muak. Saya muak dengan semuanya.

h1

What A Grace.

May 9, 2009

Holy Saturday.

Saya mengucapkan selamat hari waisak bagi yang merayakan. Happy Holiday for us.

Hari ini saya menelpon salah satu orang yang saya hormati, kagumi dan sayangi yaitu Ibu saya. Ya saya rindu suaranya, walau entah kenapa saya pasti tidak bisa berkata secara jujur akan hal itu, factor umur atau factor kelamin? Atau factor genetika? Saya tidak tau. Yang jelas saya hanya ingin mendengar suaranya, mendengar kabarnya dan berbicara berbagai masalah dengannya.

Semakin lama saya sering menelponnya, semakin saya sadar, orang ini adalah orang yang paling bisa saya ajak bertukar pikiran. Kalau mau jujur saya menyesal, kenapa baru sekarang saya sadar akan hal ini. Kenapa tidak lebih cepat?. Beliau adalah salah satu wanita yang selalu berusaha menyampingkan perasaan dan selalu mementingkan logika dalam suatu tindakan, saya tidak tau itu dikarenakan dia mengambil jurusan murni matematika waktu kuliah, atau karena pergaulan dan lingkungan.

Ada banyak hal yang dia ceritakan hanya dalam waktu 1 jam. Kalau mau jujur kadang-kadang saya merasa dia terlalu banyak yang berbicara, saya merasa kadang tidak diberi kesempatan untuk berbicara. Tapi saya akhirnya sadar, biar saja, saya rindu akan suaranya, nasehatnya, pelajaran hidupnya, semua rencananya, candaan beliau, semua dari beliau.

Akhirnya saya baru tau titik dimana keluarga saya berada dalam level yang sangat memprihatinkan, beliau sempat mengatakan “pada saat itu, nasi basipun mama makan”. Sayang saya tidak ada dirumah, saya berada di asrama semenjak kelas 1 SMP. Dan masalah itu terjadi pada saat saya berada jauh atau dengan kata lain tidak berada dirumah. Saya tidak sempat mendengar pertengkaran kedua orang tua saya, saya malahan jarang mendengar, atau hampir tidak pernah. Ini dikarenakan memang saya jarang berada dirumah. Saya melewatkan masa-masa kritis dimana ibu saya dan ayah saya frustasi akan suatu kejadian yang ironisnya bukan karena kesalahan mereka. Mereka ditipu. Dan terpaksa menanggung konsekuensi akan kesalahan orang.

Ada beberapa pelajaran yang diambil dari situ. Dalam rumah tangga, memang kesabaran untuk selalu saling menopang ketika terjadi masalah adalah hal paling utama. Sebetapa kecewapun, jangan menyerah. Titik 0 adalah titik balik untuk membuat kita lebih kuat dari diri kita yang sekarang ini. Dan selalu saling mengisi, ketika seseorang disamping anda jatuh, jangan membuat dia tambah jatuh, rangkul dia dan berjalan bersama. Disaat itu memang dituntut kita yang harus maju, kita yang harus menanggung semua. Janganlah mengatakan kalau anda yang selalu menanggung, suatu roda dimana anda dibawah juga akan terjadi, dan orang disamping anda yang akan menolong.

Saya tercengang akan cerita ibu saya, situasi dimana dia sampai mengungsikan diri, tidak diterima orang-orang sekitar, nama tercoreng, semua dari titik 0. Ayah saya tidak bisa berbuat apa-apa karena dia merasa dia yang memulai dan semua menjadi berntakan, disinilah dia yang berpikir dialah yang harus berbuat.

Ada satu hal lucu yang saya pikir “ wah kebetulan yang aneh”. Post yang saya tulis sebelumnya dibahas oleh ibu saya tadi pagi, beliau mengatakan :

“ Tuhan sudah memberikan kita nafas, tubuh sehat, semuanya. Jangan lagi terlalu bermalas-malasan dan berpikir Tuhan sendiri yang mengatasinya. Berpikir logis, sudah diberikan alat, pakai alat itu “

Ah, saya belum rela kedua orang tua saya pergi dari dunia. Masih banyak hal yang ingin saya diksusikan dari mereka. Walau ibu saya selalu saja hiperbolis dengan mengatakan bahwa dia bakal tidak lama lagi hidup. Suatu sikap yang selalu membuat saya emosi, emosi karena saya belum siap, dan saya tidak tau kapan saya siap. Saya tidak siap untuk melepas orang yang benar-benar saya sayangi.

Best regards, king elnino

h1

G-O-D ?

May 7, 2009

Blessed Day..

Ahaaa.. saya tertarik mengulik suatu tulisan dari 2 kata itu, ya kalau kita artikan sih kalaupun saya tidak salah artinya adalah hari yang diberkati. Hari yang diberkati, tentu mengarah kepada diberkati oleh sosok yang diagung-agungkan, dengan kata lain adalah pencipta langit dan bumi yang biasa kita sebut, Tuhan, Allah, dan sebagainya.

Siapa yang tidak mau diberkati?? Saya rasa tidak ada. Selama orang itu waras, tidak ada yang menolak untuk diberkati. Diberkati dalam pemahaman saya adalah suatu situasi dimana anda diberikan kekuatan lebih, diberikan suatu pencerahan, seperti mendapat suatu kekuatan. Yang dimana kekuatan ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, lebih kepada suatu “feeling” ( mungkin anak-anak ilmu social bisa menjelaskan dengan lebih baik ).

Saya tidak pernah akan menolak diberkati, saya juga tidak pernah akan berhenti berharap agar diberkati. Saya tidak pernah tau saya diberkati apa tidak. Tuhan tidak pernah berkata :

“Hai, anakku, Aku telah memberkatimu. Jalanilah hari ini”

Bentuk kepercayaan, merasa kita diberkati memang menarik. Tapi saya tidak mau juga terlena. Menanggap Tuhan akan selalu ada. Dan saya hanya diam disini. Banyak orang yang berperilaku bak religi sejati, mengumbar kata-kata ini. Apa-apa disangkut paukkan dengan Agama. Ibarat kita makan, dia bakal nyerocos terus menerus, tentang bagaimana sayur bisa tumbuh, akhirnya dipanen, dia diolah dan sebagainya.

Saya tidak bermaksud membuat teori aneh-aneh bin ajaib, saya hanya mau menulis “kejenuhan” saya tentang orang yang terlalu mengandalkan Tuhan, tapi tidak pernah mencoba memikul “Beban” dia. Ibarat kata, sudah diberikan mobil, tapi masih mau suatu alat dimana dia bisa berpindah tempat dengan hanya mengedipkan mata. Oh ya ini memang sifat manusia, siapa yang tidak mau enak? Semua datang dengan sendirinya.

Saya muak kepada orang-orang yang malas, dan tidak mau berusaha. Dan seakan-akan membenarkan kemalasannya dengan mengatakan, pasti Tuhan membantu. Tuhan dijadikan pembantu, ya sistem pembantu, dimana suatu situasi kita bisa melakukan sesuatu, tapi dengan seenak jidat kita mengatakan “ inem.. ambilin minum “ ( saya mohon maaf kepada yang bernama inem ).

Pertanyakanlah kembali apa arti sang pencipta? Dia memang sabar, saya rasa tidak ada yang mengalahkan kesabaranNya.

“bagi yang tidak percaya Tuhan dan membaca tulisan ini, saya harap anda tidak merasa bosan “

Best Regards, King Elnino

h1

Bypass

May 3, 2009

Masih hari minggu, beberapa jam setelah post pertama di bulan mei ini. Hari minggu seperti ini biasanya orang-orang yang beragama sama seperti saya lagi rajin-rajin bersih – bersih badan alias mandi berpakaian yang rapi dan siap untuk beribadah dengan kata lain pergi ke Gereja. Saya? Hmmm, sepertinya tidak. Dikarenakan apa? Banyak hal, mulai dari hal yang ingin saya ceritakan sampai pada hal yang tidak ingin saya ceritakan, jadi kesimpulannya tidak akan saya ceritakan.

Hari minggu ini juga hari yang special, karena merupakan jadwal saya untuk menelpon keluarga saya yang berada jauh disana, ya saya anak perantuan. Berada beribu-ribu kilometer dari orang tua saya. Hari minggu ini saya biasanya menelpon ibu saya, kenapa hari minggu ? saya rasa hari ini hari libur, bukan ? wajar – wajar aja saya menelpon mereka untuk mengucapkan “selamat hari minggu “, how do u do? How do they do? “saya rasa kalimat terakhir tidak akan terucap”.

Tidak ada keharusan untuk menelpon mereka, tidak ada perjanjian hitam diatas putih, tidak perlu mengurus ke notaries, tidak perlu pake materai. Ini hanya sebuah kesadaran dan sebuah budaya yang ingin saya buat dan saya teruskan sampai saya tidak bernapas di bumi ini, klo saya bernapas di bulan?mungkin akan saya pertimbangkan. Kebiasaan untuk selalu berkomunikasi dengan keluarga, sesibuk apapun, serunyem apapun, seabis pulsapun  (saya harap anda bisa membaca kata ini) komunikasi tetap harus berjalan. Member kabar, curhat *curahat topi? Bukan sodara, curhat disini curahan hati*.

Mungkin karena saya merasa keluarga saya menyenangkan, saya berani melakukan hal ini. Mungkin karena tanggapan mereka positif, saya berani banyak berbicara, berbagi, atau menyakan segala sesuatu yang mereka alami. Ya itu mungkin saja. Klo keadaan mereka berbalik atau dengan kata lain mereka bukan yang sekarang ini, ada kemungkinan saya tidak akan melakukan hal ini. Saya menjadi kaku, takut ataupun yang paling parah malas.

Saya pernah berbagi cerita dengan teman saya, cerita tentang keluarga yang bisa dibilang “tidak akur”. Dia dengan tenang mengatakan “oh, lu belum liat dunia berarti”. saya amini saja, saya belum melihat dunia yang memunculkan sisi itu.

Saya jadi ingat waktu saya SD, pelajaran bahasa Indonesia. Pelajaran yang sampai sekarang menjadi rekor saya dalam hal “menyontek”. Waktu sd di pelajaran ini murid-murid sering diberikan tugas untuk mengarang, entah untuk mengembangkan kemampuan murid apa untuk dijadikan alas an bagi sang guru karena malas mengajar. Dulu saya paling suka bagian mengarang ini, kita bebas menentukan tema, kita bebas menentukan watak karakter di cerita itu, kita bebas menentukan alur cerita, kita bebas membuat suatu dialog disana, kita bebas memberikan gambaran kehidupan saat itu. Semua bebas,menyenangkan dan indah.

Saya tidak pernah tau seluk beluk keluarga teman-teman saya, saya tidak tau judul karangan mereka waktu itu, apakah karangan itu adalah kehidupan yang sedang dia jalani? Atau kehidupan yang dia inginkan? , seperti tema yang sering saya buat waktu SD “pulang kampong “, padahal saya tidak pernah pulang kampung.

Menyenangkan memang kalau bisa mengalami yang kita impikan, tapi justru yang paling menyenangkan klo kita dapat menciptakan apa yang kita impikan.

Best regards, king elnino

h1

My Wall.

May 2, 2009

AHHH.. hari minggu, dan saya tak bisa melakukan apa-apa.

Saya hanya berpikir kesana dan kemari, seperti seekor angsa saja. Hilir mudik tanpa tujuan. Mental saya hancur, dan saya belum menemukan titik yang pas untuk mengatasinya, saya tampaknya harus berusaha sendiri lagi, belajar bangkit sendiri. Saya pikir memang ujungnya harus saya sendiri yang berdiri dan berjalan lagi.

Ujung-ujungnya sejauh ujung pandang, kaki sendiri yang harus diandalkan. Pikiran kembali harus diluruskan dan napas kembali diatur sehingga membentuk irama harmoni. Ah itu dia, irama harmoni. Akhir – akhir ini ketakutan datang, ya datang begitu saja. Seperti layaknya sistem pernapasan, masuk dari rongga hidung lalu dia masuk ke faring, dari faring dia menuju trakea, dari trakea menuju bronki(cabang-cabang tenggorokan) dan akhirnya masuk ke pulmo atau paru-paru. Dan masalah itupun seperti mendapat gangguan pernapasan, dan bayangkan aktifitas pernapasan yang kita lakukan tanpa sadarpun menjadi kacau. Otak saya kacau, napas saya kacau. Yang baca pun lebih kacau, karena tak mengerti.

Intinya saya merasa kalau saya adalah orang yang beruntung, banyak yang memperhatikan saya. Saya sadar hal itu, keluarga dan lingkungan sekitar saya sering berbuat baik terhadap saya. Untuk keluarga kandung saya, sudah terlalu banyak kebaikannya. Saya sampai tak bisa menghitungnya. Masalahnya sekarang semua kebaikan orang-orang ini tampaknya tak bisa saya balas, atau dengan istilah lain saya mengecewakan. Karena kata “mengecewakan” atau “gagal” ini berniang-niang maka hari –pun menjadi gelap. Bukan gelap yang diakibatkan udara panas dan udara lembab bumi bergerak ke atas secara vertikal yang biasanya terjadi pada daerah ketinggian, udara panas akan naik menuju ke daerah atmosfir yang dingin dan kelembabannya akan berkumpul dan mengental di sana, setelah itu tetesan-tetesan kecil air hujan akan berubah menjadi kabut dan berbentuk awan yang gelap dan menyolok (intermezzo penyebab awan gelap yang mengakibatkan terjadinya petir atau halilintar).

Tampaknya saya harus menemuka sendiri jalan saya, ya sakit lagi. Apa mau dikata klo memang harus sakit terus. Mungkin untuk menjadikan saya lebih kuat? Atau membuat saya menjadi orang yang pura – pura kuat. Saya berpegang pada quote salah satu dorama (serial tivi, red) jepang judulnya dragon sakura

“orang yang bisa bangkit setelah dia terbentur “halangan” adalah orang yang benar-benar kuat.”

Best regards, king elnino

h1

Best Regards.

April 29, 2009

Saya stuck padahal banyak yang bisa saya kerjakan.

Saya terdiam diantara sekian banyak tugas yang menumpuk.

Malas lagi, malas lagi gara-gara saya memang pemalas itulah lagu yang saya nyanyikan dengan arrangement mirip lagu sikomo. Ya sikomo alias si komodo, binatang favorit Indonesia secara dia memang langka.

Apakah saya langka?

Kita semua langka bukan, dengan segala macam variable didalam diri kita. Kita special dengan segala yang kita pikirkan. Kita tidak mau disamakan dengan orang lain, dan saya rasa itu yang menjadikan kita langka atau dengan kata lain unik. Setiap orang unik, tidak bisa disamakan dan tidak mau disamakan. Tapi kadang ke-egoisan kita selalu mau mendapatkan apa yang didapat orang lain. Seorang kakak tidak mau dia “dibedakan” dalam hal hadiah dari sang adik, sang adik tidak mau hanya sang kakak yang dapat hadiah sedangkan dia tidak mendapatkannya.

Kalau memang kita semua mau “berbeda”,  saya harus cobalah memahami perbedaan dari orang lain kepada kita, kalau kau memang beda terimalah semua perbedaan yang datang pada dirimu.

Mari kita kembali ke soal malas saya. Saya malas melakukan apapun. Saya hanya ingin gembira , lagipula manusia mana didunia ini yang tidak mau bergembira setiap hari. Bangun, makan, melakukan semua yang dia sukai tanpa ada beban atau masalah yang dipikirkan. Oh kecuali sang adam dan hawa tidak melakukan suatu  “pemberontakan” mungkin kita akan hidup bahagia, happily ever after layaknya sebuah dongeng. Hidup di kastil, dengan pemandangan hijau, semua tersenyum dan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Oh disana juga tak aka nada kesusahan, tidak ada pejabat yang korupsi, tidak perlu takut akan naiknya angka penggangguran yang mengisi setiap Koran, tidak perlu takut akan adanya jenis-jenis flu baru yang makin menakutkan, kita juga tidak perlu parno akan namanya “kiamat”.

Ketika berpikir seperti itu, saya menjadi malas. Mulai menyalahkan “perbedaan” dan membuat saya kembali “malas”. Seperti anda mungkin yang sedang bermalas-malasan sambil membaca blog ini. Saya tidak tau, tapi mari kita aminkan saja. Seperti kita meng-Aminkan doa makan bersama. Dan kita mulai mencicipi semuanya, sambil bercengkrama dengan orang-orang yang bersama kita.

Ternyata indah.

Oh karena saya tidak tau judul apa yang bagus untuk tulisan ini, bagaimana kalau kita bilang judulnya “best regards”, .

Best regards, King Elnino

h1

My new World my new Page.

April 28, 2009

saya kembali menulis..
ternyata tangan ini tak tahan untuk menyalurkan alur-alur cerita dan buah pemikiran yang berada di otak.
saya mencoba beberapa variasi baru dalam menulis.
saya mencoba lebih jujur, lebih terbuka, lebih vocal tentang diri saya..

banyak tujuan orang membuat blog.. ada yang membuat dengan cerita lucu, ada yang sangat serius, ada yang berupa info. itu terserah mereka, terserah mereka mau membungkus cerita itu dengan cover apa.
dan terserah saya juga mau membungkus tulisan di blog ini dengan cover apa.
toh ini blog saya, anda penonton dan saya si pelaku drama yang berpentas melalui kata-kata.

theme yang saya pilih masih sederhana, saya belum mau mengotak-atik penuh theme-nya.
Biarkanlah seperti itu dulu, bukankah itu terkesan natural ? dan juga bukankah saya lebih menghormati pembuatnya?
dengan tidak sembarangan mengotak-atik buatannya, karena juga saya tidak minta izin kepada dia.
walau itu gratis,.
warnanya hitam, saya suka hitam,.
dan ada header dengan rumput-rumput hijau, mungkin tema go green?
ya biarlah terkesan dan terlihat seperti itu, seperti saya tak mengomentari cara anda melihat tulisan saya dengan cara apa.
apa anda sedang ngupil? apa anda sedang mencium pasangan anda disaat membaca tulisan ini.
biarlah.. kita masing-masing berekspresi dengan cara kita.

kita bebas, kita diberikan hidup secara gratis.
tapi gratis yang tak sembarangan, juga bukan bebas yang sebebas-bebasnya.

btw, saya lagi senang mendengarkan aerosmith.
hidup steve taylor. suaranya mengagumkan.
happy reading everyone, happy post..
happy life.

best regards, king elnino