My Best Friend

February 4, 2010 1 comment

Aku memasuki SMU.. memasuki dunia baru, teman baru dan lingkungan baru.
aku memasuki sekolah yang mengharuskan siswa-nya untuk hidup mandiri, hidup di ASRAMA.
sekolah yang terletak di daerah pegunungan itu, sekolah yang sunyi, tetapi akan menjadi begitu hangat dan ramai. Kenapa bisa seperti itu? Karena kita semua keluarga didalamnya.

Aku ingat wajah-wajah orang yang masuk di asrama. Dan tentu saja aku berkenalan dengan banyak orang, banyak yang kuingat, sampai sekarang pun masih kuingat. Tapi ada satu orang yang menjadi cirri khas dalam hal kelucuan, namanya Stephenson tokare.

Orangnya kecil, tapi tak sekecil otak dan nyalinya. Laki-laki ini berasal dari Sulawesi tengah, tepatnya di daerah toil-toli. Kadang dia mendapat panggilan toil-toli, tapi kami lebih mengenalnya dengan panggilan “son” diambil dari singkatan nama depannya.

Pria ini bisa membuat aku terpingkal-pingkal, ejeken dia yang kadang membuat aku emosi, tapi apa mau dikata? Setelah mengejekku, dia membuatku tertawa, masih bisakah aku melanjutkan amarahku?
Temanku ini penuh determinasi, seperti terlihat ketika ketika bermain sepak bola bersama.  Jujur tak ada yang suka menjaga pemain depan andalan angkatan kami ini. Dia lincah dan tendangannya akurat. Alih-alih dipermalukan olehnya lebih baik kami menjaga pemain lain, atau berpindah posisi agar tak perlu menghadapi dia.
tapi determinasi itu tak hanya didang olahraga, kawan.
determinasi dia pun tampak di pelajaran, ntah kapan dan kenapa dia suka kimia. Bahkan sahabat kami yang juara 1 pun mengakui kemampuan dia. Aku pun mengakui kemampuan dia, ketekunan dia. Mungkin dia merasa harus membanggakan orang tua dia yang jauh disulawesi tengah sana, dan prestasi akademik tentulah hal yang bisa dia andalkan untuk mendapatkan senyuman orang tuanya.

Ada sebuah kalimat yang mengatakan “Apa lagi yang bisa dibanggakan dari seorang laki-laki, selain kata-katanya?”
well, kawanku ini adalah lelaki yang cocok dengan kalimat tersebut, setauku dia selalu menepati apa yang dikatakannya. Dia “vocal”, seseorang yang akan berkata tidak akan sesuatu hal yang tidak dia sukai, orang yang selalu memegang pendiriannya. Tak akan gampang mempengaruhinya, dia kuat kawan, sangat kuat.
Aku sendiri melihatnya, dia menolak suatu ajakan yang sebenarnya dia tak sukai, dan walaupun akhirnya dia terpaksa melakukannya. Dia akan bertindak sebagai seorang laki-laki sejati, dia akan mengakuinya.
Hal ini membuat satu kelas kami menangis. Dia memberikan kami arti dan makna sebuah kejujuran, yang berbuah menjadi suatu bentuk kekeluargaan dan kepercayaan.

Mau tau sebagaimana dekat aku dengan temanku yang unik ini?
Kami tumbuh dan nakal bersama kawan , kami mabuk, kami merokok “ sebuah tingkah laku yang mendapat predikat penjahat pada saat itu ”. Tapi mungkin karena hal-hal nakal ini membuat aku mengenal dia lebih dalam, kami menceritakan orang-orang yang kami sukai, atau orang-orang yang kami benci. Aku hanya bisa tertawa mengenang hal itu. Apalagi ketika dia mulai membuat julukan untuk orang-orang tersebut. Suatu tindakan khas yang hanya bisa ditemukan dalam diri Stephenson Tokare.

Saking akrabnya dia denganku, sering kuajak dia kerumahku ketika akhir pekan, dia sudah seperti keluarga buatku.

3 tahun kami berteluang bersama diasrama, bersama teman2 baik kami, keluarga kami.
dan setelah 4 tahun ku tak bertemu dengan dia, kumendengar kabar bahwa dia sudah pergi bertemu dengan sang Bapa.
Aku hanya bisa terdiam, sahabat karibku telah pulang, sahabat karib yang ingin selalu kutemui kini tak lagi dapat kulihat.

Semua tak sama lagi, sobat. Semua tak sama lagi ketika kau tidak lagi bersama kami.

Tulisan ini kutulis ketika mendengarkan lagu padi – semua tak sama.
lagu yang akan terus kuingat, karena lagu ini selalu dimainkan beliau usai sekolah. Dan lagu ini juga yang kami mainkan bersama di studio band sewaktu SMU.

What a time dude, we’ll miss u.

Tulisan ini hanyalah secuil dari kenangan bersama Sahabat karib kami, Stephenson Coco Tokare.

Categories: My life

Talent

January 21, 2010 2 comments

Waktu gw kecil dulu dan sering masuk sekolah minggu “ pendidikan Kristen untuk anak – anak dibawah 12 tahun pada hari minggu”, gw sering bingung dengan sesuatu yang bernama “talenta”. Seiring waktu, g w mulai sadar talenta itu seperti bakat, sesuatu keahlian yang diberikan Tuhan pada kita.

Tapi walau gw tau arti kata dari talenta, gw tetap bingung. Kenapa gw bingung, karena gw “takut”.

Well, di Alkitab dikisahkan orang yang hanya menanam talenta-nya adalah orang bodoh, dan orang bodoh dan tidak menghargai itu dibenci Tuhan. Ga ada kalimat yang lebih menakutkan dari “dibenci Tuhan” bagi anak kecil waktu itu.

Dan waktu kecil, mungkin banyak orang disekitar kita yang akan mengatakan talenta dari sudut pandang mereka. Dan itu membuat kita bingung, gw juga bingung. Dikarenakan dari sudut pandang gw, bagaimana mungkin gw fokus mengerjakan semua “talenta” yang dikatakan orang, dan belum tentu juga itu sesuatu yang menyenangkan gw.

Sampai sekarang gw jujur gw belum menemukan talenta gw, gw ga tau apakah kalimat “belum menemukan” merupakan suatu bentuk denial gw karena gw malas mencari talenta itu. Banyak hal yang gw senangi game misalnya, tapi itu menjadi sesuatu yang mustahil dikarenakan gw piker ga akan menghasilkan duit, gw suka olahraga tapi badan gw sepertinya bukan badan olahragawan, gw suka pesawat, tapi badan gw ga mengijinkan gw untuk masuk sekolah penerbangan.

Banyak “pemahaman” yang membuat gw atau mungkin kita, membuang sebuah talenta. Mungkin dikarenakan uang, keluarga, lingkungan, pesimis ataupun kemalasan.
Dari segi uang, mungkin sesuatu yang kita senangi tidak bisa menghasilkan uang. Atau mungkin juga kita tidak punya uang untuk mengembangkannya.
Dari segi lingkungan, kita tidak punya lawan untuk bersaing dengan talenta kita, kita tidak punya kawan untuk berbagi tentang ilmu talenta kita, dan kita tidak punya guru untuk mengembangkan talenta.
Dari segi pesimis, kita terlalu terbawa pemikiran akan orang – orang yang sudah sukses, merasa kita sama sekali tidak pantas dan tidak akan mampu menyaingi mereka.
Dari segi kemalasan, kita terlalu menganggap remeh akan sesuatu yang kita bidangi.
Ntah dah berapa banyak waktu atau beberapa talenta yang kita buang hanya dikarenakan perkataan orang, kemalasan ataupun sifat pesimis. Ntah berapa telanta yang terbuang dikarenakan kemalasan.

Well, my last words,

Find your talent.

And this my quote if u find your talent.

“hard work beats talent when talent doesn’t work hard”

Best Regards,

King Elnino

Categories: Think !

Calm

January 14, 2010 2 comments

Calm Down.

Susah memang menerapkan kata itu. Gw juga akui gw ampe mengalami namanya sesak dada bak orang lagi jatuh cinta klo lagi menerapkan 2 kata itu. Gw bukan orang yang expert dalam Emotional Management, tapi gw bias bilang dengan pede gw bisa ngontrol sebagian besar emosi gw. Gw sama sekali ga ikut les kepribadian, gw hanya sadar akan pentingnya suatu ketenangan dalam menghadapi suatu situasi.

Satu hal pasti manfaatnya adalah lu akan lebih dihargai orang.
Dan dari pengalaman gw kebanyakan orang menghargai gw, karena sikap gw itu.
Gw mendengarkan dengan tenang setiap keluhan orang, amarah orang, unek-unek orang. Walau kadang dalam perkataan dia gw nemuin namanya omong kosong, penjebakan, pemikiran anak kecil.
Well, gw selalu ga mau menerapkan pemikiran gw harus sama dengan orang lain. Itu kunci gw.
Gw rasa semua orang “unik” dan gw harus terima.
Ini mungkin salah satu alasan kenapa banyak orang cerita sesuatu ke gw.

Gw mendengarkan dengan tenang, gw mencoba membayangkan klo gw dalam pemikiran mereka dan setelah gw selesai mendengarkan, gw mencoba memberikan solusi sesuai keadaan mereka. Dan setiap perkataan gw usahakan ga memerintah, gw cuma pengen ngasih saran. Ntah dia terima atau Ga.

Gw rasa orang ga akan senang ketika lu langsung teriak-teriak atau histeris menanggapi sesuatu. Well, gw tau tiap orang beda. Tapi gw rasa dengan tenang, lu bisa lebih “realistis” menaggapi segala sesuatu yang ada didepan lu. Lu lebih logic dan lebih subjektif. Dan gw rasa itu bakal bisa lebih diterima orang.

Itu aja.

Best Regards,

King Elnino

Categories: Think !

New Year.

January 11, 2010 2 comments

Tahun 2010, new decade.

Well, semua orang berharap semua yang baru dijalani akan baik-baik saja. gw pengen semua in the right place.
Gw pengen merubah gaya bahasa gw di blog ini, malas juga lama-lama berbahasa formal. Jadi pake bahasa yang dimengerti semua orang Indonesia, mungkin nanti satu dan dua kali menulis dalam bahasa inggris. Hitung – hitung biar ga kagok aja ama tuh bahasa.

Gw ga akan ngelanjutin www.bocahgendut.blogspot.com.
Gw rasa blog ini blog baru gw, jalan baru gw dalam menulis. Mungkin akan banyak perubahan tiba-tiba. Anggap aja itu perubahan bahasa dan penulisan dari sang pengetik (saya, red).

2010 gw akan berumur 24.
Dan ketika kita sudah menginjak umur dengan awalan angka 2, semua berubah.
Tuntutan berubah, tergantung gw juga sih, mau seperti daun yang dibawa arus sungai, atau menjadi batu yang selalu menantang.
Gw sampe sekarang belum ngerti dengan kata dewasa, suatu sifat yang tak mengenal angka umur.
ya moga-moga aja menjadi dewasa, ntah itu menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk.
that’s it for today.

Best Regards,

King Elnino

Categories: My life

Natalino’s here.

October 2, 2009 1 comment

Kembali lagi, kembali menulis lagi. Saya merasa telah menyia-nyiakan tulisan pikiran saya selama ini. Membiarkan terpendam, tanpa berbagi.

Ada kalanya saya berpikir malas untuk menulis, dikarenakan “bingung”, bingung akan apa yang akan kutlis. Berpikir apakah tempat ini untuk menceritakan hal-hal hebat, atau hanya tulisan-tulisan sederhana. Mungkin sifat congkak saya berlebihan, harus hebat dalam setiap hal. Saya lupa proses, proses untuk menjadi hebat.

Lebih baik seperti ini saja, lebih menjadi diri sendiri. Tulisan yang original dari pemikiran sederhana. Sederhana dengan arah yang tetap, dibandingkan “menyeruduk” kehebatan dengan membabi buta.

Best regards,

King Elnino

Categories: My life

Here I Am

August 10, 2009 1 comment

Here I Am..

with my lovely computer, a glass of coffee.

ahh, i almost forget my best friend cigar.

hear all songs that i want to. sing and scream.

i think it’s nice, it’s great.

and how grateful to be a human, that can do so much things.

Categories: My life

Cursed

July 21, 2009 4 comments

saya mulai jenuh, saya mulai menyadari. Saya salah mengambil konsep. Saya sendiri ternyata tak bisa menerapkannya.

OMONG KOSONG

Itu yang saya yakini sekarang.

Ga ada lagi sharing-sharing.. mari mulai membuat negeri sendiri, impian sendiri.

Individualis memang. Tapi itu yang diterapkan. Itu yang terjadi. Apa yang mau dibikin, ya bikinlah sendiri, after that bodohlah.

Muak. Saya muak dengan semuanya.

Categories: Uncategorized

What A Grace.

May 9, 2009 3 comments

Holy Saturday.

Saya mengucapkan selamat hari waisak bagi yang merayakan. Happy Holiday for us.

Hari ini saya menelpon salah satu orang yang saya hormati, kagumi dan sayangi yaitu Ibu saya. Ya saya rindu suaranya, walau entah kenapa saya pasti tidak bisa berkata secara jujur akan hal itu, factor umur atau factor kelamin? Atau factor genetika? Saya tidak tau. Yang jelas saya hanya ingin mendengar suaranya, mendengar kabarnya dan berbicara berbagai masalah dengannya.

Semakin lama saya sering menelponnya, semakin saya sadar, orang ini adalah orang yang paling bisa saya ajak bertukar pikiran. Kalau mau jujur saya menyesal, kenapa baru sekarang saya sadar akan hal ini. Kenapa tidak lebih cepat?. Beliau adalah salah satu wanita yang selalu berusaha menyampingkan perasaan dan selalu mementingkan logika dalam suatu tindakan, saya tidak tau itu dikarenakan dia mengambil jurusan murni matematika waktu kuliah, atau karena pergaulan dan lingkungan.

Ada banyak hal yang dia ceritakan hanya dalam waktu 1 jam. Kalau mau jujur kadang-kadang saya merasa dia terlalu banyak yang berbicara, saya merasa kadang tidak diberi kesempatan untuk berbicara. Tapi saya akhirnya sadar, biar saja, saya rindu akan suaranya, nasehatnya, pelajaran hidupnya, semua rencananya, candaan beliau, semua dari beliau.

Akhirnya saya baru tau titik dimana keluarga saya berada dalam level yang sangat memprihatinkan, beliau sempat mengatakan “pada saat itu, nasi basipun mama makan”. Sayang saya tidak ada dirumah, saya berada di asrama semenjak kelas 1 SMP. Dan masalah itu terjadi pada saat saya berada jauh atau dengan kata lain tidak berada dirumah. Saya tidak sempat mendengar pertengkaran kedua orang tua saya, saya malahan jarang mendengar, atau hampir tidak pernah. Ini dikarenakan memang saya jarang berada dirumah. Saya melewatkan masa-masa kritis dimana ibu saya dan ayah saya frustasi akan suatu kejadian yang ironisnya bukan karena kesalahan mereka. Mereka ditipu. Dan terpaksa menanggung konsekuensi akan kesalahan orang.

Ada beberapa pelajaran yang diambil dari situ. Dalam rumah tangga, memang kesabaran untuk selalu saling menopang ketika terjadi masalah adalah hal paling utama. Sebetapa kecewapun, jangan menyerah. Titik 0 adalah titik balik untuk membuat kita lebih kuat dari diri kita yang sekarang ini. Dan selalu saling mengisi, ketika seseorang disamping anda jatuh, jangan membuat dia tambah jatuh, rangkul dia dan berjalan bersama. Disaat itu memang dituntut kita yang harus maju, kita yang harus menanggung semua. Janganlah mengatakan kalau anda yang selalu menanggung, suatu roda dimana anda dibawah juga akan terjadi, dan orang disamping anda yang akan menolong.

Saya tercengang akan cerita ibu saya, situasi dimana dia sampai mengungsikan diri, tidak diterima orang-orang sekitar, nama tercoreng, semua dari titik 0. Ayah saya tidak bisa berbuat apa-apa karena dia merasa dia yang memulai dan semua menjadi berntakan, disinilah dia yang berpikir dialah yang harus berbuat.

Ada satu hal lucu yang saya pikir “ wah kebetulan yang aneh”. Post yang saya tulis sebelumnya dibahas oleh ibu saya tadi pagi, beliau mengatakan :

“ Tuhan sudah memberikan kita nafas, tubuh sehat, semuanya. Jangan lagi terlalu bermalas-malasan dan berpikir Tuhan sendiri yang mengatasinya. Berpikir logis, sudah diberikan alat, pakai alat itu “

Ah, saya belum rela kedua orang tua saya pergi dari dunia. Masih banyak hal yang ingin saya diksusikan dari mereka. Walau ibu saya selalu saja hiperbolis dengan mengatakan bahwa dia bakal tidak lama lagi hidup. Suatu sikap yang selalu membuat saya emosi, emosi karena saya belum siap, dan saya tidak tau kapan saya siap. Saya tidak siap untuk melepas orang yang benar-benar saya sayangi.

Best regards, king elnino

Categories: My life

G-O-D ?

May 7, 2009 5 comments

Blessed Day..

Ahaaa.. saya tertarik mengulik suatu tulisan dari 2 kata itu, ya kalau kita artikan sih kalaupun saya tidak salah artinya adalah hari yang diberkati. Hari yang diberkati, tentu mengarah kepada diberkati oleh sosok yang diagung-agungkan, dengan kata lain adalah pencipta langit dan bumi yang biasa kita sebut, Tuhan, Allah, dan sebagainya.

Siapa yang tidak mau diberkati?? Saya rasa tidak ada. Selama orang itu waras, tidak ada yang menolak untuk diberkati. Diberkati dalam pemahaman saya adalah suatu situasi dimana anda diberikan kekuatan lebih, diberikan suatu pencerahan, seperti mendapat suatu kekuatan. Yang dimana kekuatan ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, lebih kepada suatu “feeling” ( mungkin anak-anak ilmu social bisa menjelaskan dengan lebih baik ).

Saya tidak pernah akan menolak diberkati, saya juga tidak pernah akan berhenti berharap agar diberkati. Saya tidak pernah tau saya diberkati apa tidak. Tuhan tidak pernah berkata :

“Hai, anakku, Aku telah memberkatimu. Jalanilah hari ini”

Bentuk kepercayaan, merasa kita diberkati memang menarik. Tapi saya tidak mau juga terlena. Menanggap Tuhan akan selalu ada. Dan saya hanya diam disini. Banyak orang yang berperilaku bak religi sejati, mengumbar kata-kata ini. Apa-apa disangkut paukkan dengan Agama. Ibarat kita makan, dia bakal nyerocos terus menerus, tentang bagaimana sayur bisa tumbuh, akhirnya dipanen, dia diolah dan sebagainya.

Saya tidak bermaksud membuat teori aneh-aneh bin ajaib, saya hanya mau menulis “kejenuhan” saya tentang orang yang terlalu mengandalkan Tuhan, tapi tidak pernah mencoba memikul “Beban” dia. Ibarat kata, sudah diberikan mobil, tapi masih mau suatu alat dimana dia bisa berpindah tempat dengan hanya mengedipkan mata. Oh ya ini memang sifat manusia, siapa yang tidak mau enak? Semua datang dengan sendirinya.

Saya muak kepada orang-orang yang malas, dan tidak mau berusaha. Dan seakan-akan membenarkan kemalasannya dengan mengatakan, pasti Tuhan membantu. Tuhan dijadikan pembantu, ya sistem pembantu, dimana suatu situasi kita bisa melakukan sesuatu, tapi dengan seenak jidat kita mengatakan “ inem.. ambilin minum “ ( saya mohon maaf kepada yang bernama inem ).

Pertanyakanlah kembali apa arti sang pencipta? Dia memang sabar, saya rasa tidak ada yang mengalahkan kesabaranNya.

“bagi yang tidak percaya Tuhan dan membaca tulisan ini, saya harap anda tidak merasa bosan “

Best Regards, King Elnino

Categories: My life

Bypass

May 3, 2009 4 comments

Masih hari minggu, beberapa jam setelah post pertama di bulan mei ini. Hari minggu seperti ini biasanya orang-orang yang beragama sama seperti saya lagi rajin-rajin bersih – bersih badan alias mandi berpakaian yang rapi dan siap untuk beribadah dengan kata lain pergi ke Gereja. Saya? Hmmm, sepertinya tidak. Dikarenakan apa? Banyak hal, mulai dari hal yang ingin saya ceritakan sampai pada hal yang tidak ingin saya ceritakan, jadi kesimpulannya tidak akan saya ceritakan.

Hari minggu ini juga hari yang special, karena merupakan jadwal saya untuk menelpon keluarga saya yang berada jauh disana, ya saya anak perantuan. Berada beribu-ribu kilometer dari orang tua saya. Hari minggu ini saya biasanya menelpon ibu saya, kenapa hari minggu ? saya rasa hari ini hari libur, bukan ? wajar – wajar aja saya menelpon mereka untuk mengucapkan “selamat hari minggu “, how do u do? How do they do? “saya rasa kalimat terakhir tidak akan terucap”.

Tidak ada keharusan untuk menelpon mereka, tidak ada perjanjian hitam diatas putih, tidak perlu mengurus ke notaries, tidak perlu pake materai. Ini hanya sebuah kesadaran dan sebuah budaya yang ingin saya buat dan saya teruskan sampai saya tidak bernapas di bumi ini, klo saya bernapas di bulan?mungkin akan saya pertimbangkan. Kebiasaan untuk selalu berkomunikasi dengan keluarga, sesibuk apapun, serunyem apapun, seabis pulsapun  (saya harap anda bisa membaca kata ini) komunikasi tetap harus berjalan. Member kabar, curhat *curahat topi? Bukan sodara, curhat disini curahan hati*.

Mungkin karena saya merasa keluarga saya menyenangkan, saya berani melakukan hal ini. Mungkin karena tanggapan mereka positif, saya berani banyak berbicara, berbagi, atau menyakan segala sesuatu yang mereka alami. Ya itu mungkin saja. Klo keadaan mereka berbalik atau dengan kata lain mereka bukan yang sekarang ini, ada kemungkinan saya tidak akan melakukan hal ini. Saya menjadi kaku, takut ataupun yang paling parah malas.

Saya pernah berbagi cerita dengan teman saya, cerita tentang keluarga yang bisa dibilang “tidak akur”. Dia dengan tenang mengatakan “oh, lu belum liat dunia berarti”. saya amini saja, saya belum melihat dunia yang memunculkan sisi itu.

Saya jadi ingat waktu saya SD, pelajaran bahasa Indonesia. Pelajaran yang sampai sekarang menjadi rekor saya dalam hal “menyontek”. Waktu sd di pelajaran ini murid-murid sering diberikan tugas untuk mengarang, entah untuk mengembangkan kemampuan murid apa untuk dijadikan alas an bagi sang guru karena malas mengajar. Dulu saya paling suka bagian mengarang ini, kita bebas menentukan tema, kita bebas menentukan watak karakter di cerita itu, kita bebas menentukan alur cerita, kita bebas membuat suatu dialog disana, kita bebas memberikan gambaran kehidupan saat itu. Semua bebas,menyenangkan dan indah.

Saya tidak pernah tau seluk beluk keluarga teman-teman saya, saya tidak tau judul karangan mereka waktu itu, apakah karangan itu adalah kehidupan yang sedang dia jalani? Atau kehidupan yang dia inginkan? , seperti tema yang sering saya buat waktu SD “pulang kampong “, padahal saya tidak pernah pulang kampung.

Menyenangkan memang kalau bisa mengalami yang kita impikan, tapi justru yang paling menyenangkan klo kita dapat menciptakan apa yang kita impikan.

Best regards, king elnino

Categories: My life
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.