h1

G-O-D ?

May 7, 2009

Blessed Day..

Ahaaa.. saya tertarik mengulik suatu tulisan dari 2 kata itu, ya kalau kita artikan sih kalaupun saya tidak salah artinya adalah hari yang diberkati. Hari yang diberkati, tentu mengarah kepada diberkati oleh sosok yang diagung-agungkan, dengan kata lain adalah pencipta langit dan bumi yang biasa kita sebut, Tuhan, Allah, dan sebagainya.

Siapa yang tidak mau diberkati?? Saya rasa tidak ada. Selama orang itu waras, tidak ada yang menolak untuk diberkati. Diberkati dalam pemahaman saya adalah suatu situasi dimana anda diberikan kekuatan lebih, diberikan suatu pencerahan, seperti mendapat suatu kekuatan. Yang dimana kekuatan ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, lebih kepada suatu “feeling” ( mungkin anak-anak ilmu social bisa menjelaskan dengan lebih baik ).

Saya tidak pernah akan menolak diberkati, saya juga tidak pernah akan berhenti berharap agar diberkati. Saya tidak pernah tau saya diberkati apa tidak. Tuhan tidak pernah berkata :

“Hai, anakku, Aku telah memberkatimu. Jalanilah hari ini”

Bentuk kepercayaan, merasa kita diberkati memang menarik. Tapi saya tidak mau juga terlena. Menanggap Tuhan akan selalu ada. Dan saya hanya diam disini. Banyak orang yang berperilaku bak religi sejati, mengumbar kata-kata ini. Apa-apa disangkut paukkan dengan Agama. Ibarat kita makan, dia bakal nyerocos terus menerus, tentang bagaimana sayur bisa tumbuh, akhirnya dipanen, dia diolah dan sebagainya.

Saya tidak bermaksud membuat teori aneh-aneh bin ajaib, saya hanya mau menulis “kejenuhan” saya tentang orang yang terlalu mengandalkan Tuhan, tapi tidak pernah mencoba memikul “Beban” dia. Ibarat kata, sudah diberikan mobil, tapi masih mau suatu alat dimana dia bisa berpindah tempat dengan hanya mengedipkan mata. Oh ya ini memang sifat manusia, siapa yang tidak mau enak? Semua datang dengan sendirinya.

Saya muak kepada orang-orang yang malas, dan tidak mau berusaha. Dan seakan-akan membenarkan kemalasannya dengan mengatakan, pasti Tuhan membantu. Tuhan dijadikan pembantu, ya sistem pembantu, dimana suatu situasi kita bisa melakukan sesuatu, tapi dengan seenak jidat kita mengatakan “ inem.. ambilin minum “ ( saya mohon maaf kepada yang bernama inem ).

Pertanyakanlah kembali apa arti sang pencipta? Dia memang sabar, saya rasa tidak ada yang mengalahkan kesabaranNya.

“bagi yang tidak percaya Tuhan dan membaca tulisan ini, saya harap anda tidak merasa bosan “

Best Regards, King Elnino

5 comments

  1. keknya ngga ada atau paling cuma sedikit orang yang ngga percaya tuhan. ateis aja percaya sama tuhan.. :D

    reply from king elnino :
    hehehehe.. ateis beda Tuhan namanya.


  2. bukannya ateis itu bener2 ga percaya Tuhan?
    klo yang percaya Tuhan bukannya agnostik?

    *mendadak bingung pagi2*

    reply from king elnino :
    jangan telralu dipikirkan. hehehehe


  3. TUHAN Maha Penguasa…. :)

    reply from king elnino :
    Dalem. :D


  4. ajaran agama manapun pasti ngajarin umatnya utk slalu bersungguh2 n berusaha sekeras mungkin. tapi ktika usaha kita udah mentok, di situlah saatnya kita mengandalkan Tuhan. percaya Tuhan akan membantu :D

    reply from king elnino :
    jangan mentok juga baru cari Tuhan,, pas lancar harus juga bersyukur karena tuntunanNya :D


  5. Wah gw sering tu kayak gitu. Dah mentok tok tok gara2 emang ga niat sih ngerjain tugasnya…
    Ato ga, ga ngerjain tugas, ato miss sesuatu yang sebenernya kewajiban gw, trus gw dengan entengnya bilang “diimani aja, pasti berhasil!”
    Hahaha… payah ya gw.

    reply from king elnino :
    hahahahahaha.. pasrah banget itu..
    pnyakit malas yang kronis emang itu nak,.. hehehehe.. saya juga sering.



Leave a Comment